Fitur Produk:
1. Saat mobil atau manusia memasuki area tersebut, tabung LED akan menyala dengan kecerahan penuh, lalu terus menyala selama 30 detik/60 detik/120 detik/10 menit setelah manusia atau mobil tersebut meninggalkan area tersebut, dan akhirnya menjadi 2- 3watt dalam model siaga.
2. Dapat menghemat 90% energi dengan pengamplasan tabung LED Sensor Radar.
3. Jarak pemasangan antar masing-masing tabung sensor radar lebih dari 3 meter, jika tidak maka akan terjadi gangguan.
ProdukSpesifikasi:
| Kekuatan | 9W/10W/12W/14W/18W/20W/23W/25W |
| Ukuran | Ukuran 60cm 90cm 120cm 150cm |
| Sudut balok | 120 derajat |
| Suhu Warna (CCT) | 3000K,4000K,5000K,6000K |
| Efisiensi Cahaya (LM/W) | 120LM/W 140LM/W 160LM/W |
| Indeks Renderasi Warna (Ra) | 80-83RA Atau 95-98RA |
| PF | >0.95 |
| Dukungan Peredup | Triac dapat diredupkan atau 0-10V dapat diredupkan |
| Bahan | Bodi Aluminium + Penutup PC |
| Tegangan Masukan (V) | Tegangan AC85-265V, AC100-277, 12V DC, 24V DC, 48V DC |
| Fitur | Sensor Gelombang Mikro |
Gambar Detail:







Lampu luar ruangan sangat penting untuk menerangi bagian luar rumah, gedung, dan lanskap. Lampu luar ruangan merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan di malam hari, serta menambah daya tarik estetika pada setiap ruang luar ruangan. Namun, membiarkan lampu luar ruangan menyala sepanjang hari atau sepanjang malam dapat menjadi pemborosan dan mahal. Di sinilah sensor cahaya berperan.
Sensor cahaya untuk lampu luar ruangan adalah perangkat elektronik yang mendeteksi jumlah cahaya yang ada di lokasi tertentu. Sensor ini bekerja dengan mendeteksi tingkat cahaya matahari alami dan mematikan lampu luar ruangan saat tidak diperlukan lagi. Sensor cahaya juga dapat mengontrol peralatan listrik luar ruangan lainnya seperti lampu taman, fitur air, dan sistem penyiram.
Manfaat penggunaan sensor cahaya untuk lampu luar ruangan sangat banyak. Pertama, menghemat energi dengan mengurangi konsumsi listrik. Lampu luar ruangan dapat menghabiskan banyak daya, dan banyak pemilik rumah membiarkannya menyala dalam jangka waktu lama. Dengan menggunakan sensor cahaya untuk lampu luar ruangan, listrik dapat dihemat, sehingga mengurangi tagihan listrik. Kedua, memperpanjang umur lampu luar ruangan. Lampu luar ruangan yang dibiarkan menyala dalam jangka waktu lama lebih rentan terhadap kerusakan, sedangkan lampu luar ruangan yang hanya dinyalakan saat diperlukan lebih tahan lama. Terakhir, menambah kenyamanan. Pemilik rumah dapat menikmati pencahayaan luar ruangan tanpa perlu khawatir menyalakan dan mematikannya setiap hari.
Penggunaan:


Sensor cahaya untuk lampu luar ruangan dapat digunakan dalam berbagai aplikasi. Misalnya, sensor cahaya dapat digunakan pada lampu jalan, lampu keamanan, lampu taman, dan lampu sorot. Pada lampu jalan, sensor cahaya dapat mengatur tingkat kecerahannya berdasarkan jumlah cahaya alami yang ada. Pada lampu keamanan, sensor dapat mendeteksi gerakan dan menyalakan lampu saat benda atau orang terdeteksi. Pada lampu taman, sensor dapat digunakan untuk mengatur berbagai mode pencahayaan berdasarkan waktu. Terakhir, pada lampu sorot, sensor dapat digunakan untuk mengontrol tingkat intensitas cahaya yang dibutuhkan di area tertentu.
Pengepakan & Pengiriman:

