Di area berbahaya yang mengandung bahan mudah terbakar,penerangan tahan ledakanmerupakan komponen penting dalam keselamatan kerja. lampu tahan ledakan dirancang untuk menahan gas, uap, dan partikel yang mudah meledak atau menyala, sehingga meminimalkan kemungkinan kebakaran dan ledakan. Oleh karena itu, bentuk penerangan ini umumnya diklasifikasikan menurut zona bahayanya.
Klasifikasi area berbahaya sangat penting untuk menentukan jenis peralatan yang dapat digunakan secara andal di lingkungan yang mudah meledak. Berbagai zona berbahaya digunakan untuk mengkategorikan atmosfer berbahaya berdasarkan frekuensi dan kemungkinan keberadaan bahan yang mudah meledak atau mudah terbakar. Zona-zona ini membagi wilayah berbahaya ke dalam beberapa kategori berbeda, yang kemudian dipilih peralatan yang sesuai untuk mengurangi kemungkinan cedera atau kerusakan properti.
IEC (Komisi Elektroteknik Internasional) dan NEC (Kode Kelistrikan Nasional) menetapkan zona berbeda di mana peralatan tahan ledakan dapat diterapkan. Zona berbahaya diklasifikasikan oleh Komisi Elektroteknik Internasional (IEC) sebagai Zona 0, Zona 1, dan Zona 2. Sebaliknya, NEC mengklasifikasikan zona berbahaya sebagai Divisi 1 dan Divisi 2, yang sebanding dengan IEC.
Penerangan tahan ledakan cocok untuk lingkungan berbahaya yang mengandung gas, uap, dan partikel debu yang mudah terbakar. Zona 0, area paling berbahaya, ditandai dengan adanya gas/uap yang dapat meledak secara terus-menerus atau berkepanjangan, menjadikannya area berisiko tinggi. Dalam keadaan normal, Zona 1 adalah lokasi dimana terdapat gas/uap berbahaya; namun, kadang-kadang dapat menjadi mudah meledak sehingga memerlukan peralatan tahan ledakan. Area yang ditetapkan sebagai Zona 2 adalah area dengan risiko lebih rendah, karena gas dan uap hanya dapat berada dalam konsentrasi kecil dalam jangka waktu singkat.
Di Divisi 1, gas atau uap yang mudah meledak atau mudah terbakar mungkin terdapat dalam jumlah yang cukup sehingga menimbulkan risiko ledakan atau kebakaran dalam kondisi kerja normal. Sebaliknya, di Divisi 2, gas atau uap yang mudah meledak atau mudah terbakar ditangani, digunakan, atau diproses, namun jumlahnya tidak cukup untuk menimbulkan risiko ledakan atau kebakaran dalam kondisi kerja normal.
Oleh karena itu, penerangan tahan ledakan diklasifikasikan sebagai Zona 0, 1, dan 2 di IEC dan Divisi 1 dan Divisi 2 di NEC, bergantung pada klasifikasi zona berbahaya. Untuk menjamin keamanan pengoperasian peralatan tahan ledakan di dalam fasilitasnya, bisnis yang beroperasi di area berbahaya harus mengacu pada peraturan klasifikasi zona yang relevan.
|
CCT |
2700k-6500k |
|
Klasifikasi |
Kelompok II, Kategori 2 GD; Kelas I Divisi 1 dan 2,Grup A,B,C,D; |
|
Gelar IP |
IP66 |
| CRI (Ra>) |
80 |
|
Tegangan Masukan |
AC85-265v |
|
Watt |
20w-300w |
|
Lampu dim |
TIDAK |
| Seumur Hidup Kerja (Jam) |
50000 |
|
Warna |
Bingkai kuning |
| Khasiat Bercahaya (I/W) | 120lm% 2fW |

