Lampu jalan tenaga surya, yang menggunakan panel surya untuk menyalakan lampu LED yang dipasang di jalan raya, sering disebut-sebut sebagai pilihan penerangan luar ruangan yang ramah lingkungan dan hemat biaya. Namun ada beberapa kelemahan yang harus diperhatikan sebelum mengadopsi teknologi ini secara lebih luas.
Pertama, lampu jalan raya bertenaga surya lebih mahal dibandingkan pilihan penerangan luar ruangan tradisional seperti lampu jalan natrium bertekanan tinggi atau LED. Meskipun biaya pemasangan awal mungkin lebih rendah karena tidak perlu memasang kabel, baterai, dan komponen lain di setiap lampu, biaya panel surya dan teknologi canggih lainnya yang membuat lampu berfungsi masih relatif tinggi. Selain itu, mengingat fakta bahwa kurang dari 1% jalan di dunia saat ini terbuat dari panel surya, terdapat kemungkinan besar terjadinya peningkatan biaya ketika tingkat penggunaan lampu tenaga surya meningkat.
Kedua, lampu jalan raya bertenaga surya tidak seefektif opsi pencahayaan luar ruangan tradisional dalam hal memberikan pencahayaan yang konsisten. Karena panel surya perlu menerima sinar matahari langsung untuk menghasilkan listrik, panel surya mungkin tidak cocok untuk digunakan di area yang sering tertutup awan atau berteduh dari pohon atau bangunan di atas kepala. Lampu juga tidak menyala sepanjang malam saat mendeteksi pergerakan, seperti yang dilakukan lampu jalan konvensional; hanya ketika sensor gerak diaktifkan.

https://www.benweilighting.com/agricultural-lighting/solar-roadway-light.html
Selain itu, lampu jalan raya bertenaga surya memerlukan tingkat perawatan yang lebih tinggi dibandingkan sistem pencahayaan luar ruangan tradisional. Panel surya harus dibersihkan secara teratur untuk menjaga efisiensi optimal, dan kesalahan atau malfungsi apa pun dapat menyebabkan seluruh sistem mati. Karena teknologi panel surya sudah cukup maju, biaya pemeliharaan panel surya juga relatif tinggi.
Yang terakhir, lampu jalan bertenaga surya saat ini tidak mampu memberikan tingkat penerangan yang dibutuhkan di banyak daerah berpenghasilan rendah dan pedesaan. Untuk menghasilkan daya yang cukup untuk menerangi jalan raya, mungkin diperlukan panel surya berukuran besar, yang mungkin tidak praktis untuk area dengan ruang terbatas. Terlebih lagi, dengan lampu jalan bertenaga surya, tidak banyak energi yang tersedia untuk menyalakan kebutuhan lain seperti kamera, sehingga fungsi kamera CCTV akan berkurang.
Kesimpulannya, meskipun lampu jalan tenaga surya mungkin merupakan pilihan menarik untuk penerangan luar ruangan karena ramah lingkungan, hemat biaya, dan berteknologi tinggi, masih ada sejumlah kelemahan signifikan yang perlu diatasi sebelum lampu tersebut dapat menjadi pengganti yang layak. sistem pencahayaan luar ruangan konvensional. Kelemahan ini termasuk tingginya biaya pemasangan dan pemeliharaan, ketidakkonsistenan dalam pencahayaan, biaya pemeliharaan yang tinggi dan ketidakmampuan untuk menyediakan tingkat penerangan yang dibutuhkan di banyak area. Tentu saja terdapat potensi untuk kegiatan penelitian dan pengembangan, yang dapat meminimalkan fitur-fitur yang telah dibahas sebelumnya sehingga lampu ini dapat secara efektif memenuhi kebutuhan mereka yang membutuhkannya dengan cara yang efisien dan efektif.
