Cahaya merupakan komponen penting dalam pertumbuhan tanaman. Spektrum cahaya yang diterima tanaman dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan dan perkembangannya. Panjang gelombang cahaya yang berbeda terlibat dalam berbagai aspek pertumbuhan tanaman, termasuk fotosintesis, pembungaan, perkembangan akar, dan morfologi tanaman secara keseluruhan.
Secara umum, tanaman membutuhkan cahaya pada spektrum wilayah biru dan merah untuk tumbuh optimal. Cahaya biru penting untuk pertumbuhan vegetatif, sedangkan cahaya merah penting untuk pembungaan. Cahaya biru menginduksi pembukaan stomata, yang memfasilitasi penyerapan karbon dioksida dan kehilangan air; itu juga mendorong pengembangan kloroplas dan fotosintesis. Lampu merah, sebaliknya, mengaktifkan fotoreseptor yang terlibat dalam kontrol pembungaan dan pembuahan serta produksi metabolit primer dan sekunder.
Selain itu, kualitas cahaya, intensitas, dan durasinya merupakan faktor penting yang menentukan perkembangan tanaman, akumulasi biomassa, dan potensi hasil. Intensitas cahaya mempengaruhi laju fotosintesis, sedangkan durasi dan waktu mengatur metabolisme tanaman, ritme sirkadian, dan tahapan perkembangan.
Misalnya, cahaya putih berintensitas tinggi dapat menghambat pembukaan stomata, mengurangi perluasan daun, dan meningkatkan penuaan daun, sedangkan intensitas cahaya rendah dapat menyebabkan tanaman kurus dan lemah dengan biomassa berkurang dan kualitas bunga buruk. Demikian pula, paparan cahaya dalam waktu lama dapat menyebabkan fotoinhibisi, stres oksidatif, dan penurunan produktivitas tanaman.

https://www.benweilighting.com/agricultural-lighting/plant-lighting/plant-fill-light.html
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa tanaman dapat mendeteksi variasi spektrum dan intensitas cahaya, dan meresponsnya dengan mengubah ekspresi gen, metabolisme, dan program perkembangannya. Misalnya, cahaya biru menginduksi ekspresi gen yang terlibat dalam pembelahan sel, perkembangan struktural, fotosintesis, dan produksi antioksidan, yang melindungi terhadap kerusakan akibat foto. Sebaliknya, lampu merah merangsang ekspresi gen yang terkait dengan pembungaan, pembuahan, pertahanan terhadap patogen dan herbivora, serta regulasi hormonal.
Oleh karena itu, optimalisasi spektrum cahaya dapat meningkatkan produktivitas, kualitas, dan efisiensi tanaman, khususnya dalam praktik pertanian modern, seperti hidroponik, pertanian vertikal, dan sistem rumah kaca. Dalam sistem ini, pencahayaan buatan digunakan untuk melengkapi atau menggantikan sinar matahari alami, memungkinkan produksi sepanjang tahun, meningkatkan hasil panen, dan mengendalikan kondisi lingkungan.
Kesimpulannya, spektrum cahaya sangat penting untuk pertumbuhan tanaman, dan mengoptimalkan kualitas, intensitas, dan durasi cahaya dapat meningkatkan perkembangan tanaman, akumulasi biomassa, dan potensi hasil. Memahami dampak cahaya terhadap fisiologi dan metabolisme tanaman dapat memfasilitasi pengembangan pendekatan berkelanjutan dan inovatif untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman, serta mengatasi tantangan ketahanan pangan global.
