Bohlam adalah bagian penting dalam kehidupan kita sehari-hari, memberi kita cahaya buatan saat cahaya alami tidak tersedia. Namun pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana sebenarnya bohlam kaca kecil ini bekerja?
Bola lampu bekerja berdasarkan prinsip sederhana yang disebut lampu pijar. Di dalam bohlam terdapat kawat tipis yang disebut filamen yang biasanya terbuat dari tungsten. Ketika arus listrik dialirkan melalui filamen, ia memanas hingga suhu yang sangat tinggi, menyebabkannya bersinar terang – inilah cahaya yang kita lihat.
Namun, prosesnya tidak sesederhana kedengarannya. Filamen di dalam bohlam sangat tipis, hampir mikroskopis, dan berbentuk spiral atau kumparan. Bentuk ini memungkinkannya masuk ke dalam bohlam sekaligus memaksimalkan luas permukaannya, yang penting karena semakin luas permukaannya, bohlam akan semakin terang.
Namun memanaskan filamen saja tidak cukup untuk menghasilkan cahaya. Untuk memastikan filamen tidak langsung terbakar, bohlam diisi dengan gas inert, seperti argon atau nitrogen. Gas ini membantu memperlambat proses kerusakan dan akhirnya putusnya filamen, sehingga bohlam dapat bertahan lebih lama.

https://www.benweilighting.com/professional-lighting/white-light-bulb.html
Bagian penting lainnya dari bohlam adalah selubung kaca yang membungkus filamen dan gas inert. Kaca ini dirancang khusus untuk menampung gas dan mencegah masuknya udara. Udara mengandung oksigen, yang akan bereaksi dengan filamen panas dan menyebabkannya terbakar dengan sangat cepat.
Bola lampu tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran, namun yang paling umum adalah lampu pijar dan lampu neon. Bola lampu pijar adalah lampu tradisional yang biasa Anda temukan di sebagian besar rumah tangga. Harganya murah dan tersedia secara luas, namun tidak terlalu efisien – sekitar 90% energi yang dimasukkan ke dalam bohlam terbuang sebagai panas, bukan sebagai cahaya.
Sebaliknya, lampu neon jauh lebih efisien karena menggunakan prinsip berbeda yang disebut fluoresensi. Di dalam bola lampu neon terdapat gas yang memancarkan radiasi ultraviolet jika arus listrik dilewatkan melaluinya. Radiasi ultraviolet ini kemudian menyebabkan lapisan khusus di bagian dalam bohlam memancarkan cahaya tampak. Lampu neon lebih mahal dibandingkan lampu pijar, namun dapat bertahan lebih lama dan menggunakan energi hingga 75% lebih sedikit.
Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi pergeseran ke arah penggunaan LED (light-emitting diodes) dibandingkan bohlam tradisional. Prinsip kerja LED serupa dengan lampu neon, namun lebih efisien dan menggunakan energi hingga 80% lebih sedikit dibandingkan lampu pijar. Mereka juga mempunyai umur yang lebih panjang, terkadang bisa bertahan hingga 20 tahun. Walaupun harga LED saat ini lebih mahal dibandingkan lampu pijar, biayanya perlahan-lahan turun seiring dengan semakin banyaknya orang yang beralih.
Kesimpulannya, bohlam adalah penemuan menakjubkan yang telah merevolusi cara kita menjalani hidup. Apakah Anda lebih menyukai lampu pijar, lampu neon, atau lampu LED, tidak dapat disangkal dampaknya terhadap pengalaman kita sehari-hari. Dengan memanfaatkan kekuatan listrik dan ilmu pijar dan fluoresensi, bohlam memberi kita cahaya yang aman, efisien, dan andal.
